Selasa, 12 Mei 2009

JURAY (HIP atau VALLEY)

Jure merupakan balok yang dipasang dengan posisi miring dari sudut dinding bangunan kearah puncak kuda-kuda atau nok. Jure luar (hip) dipasang dari sudut dinding yang berdiri bebas, sedangkan jure dalam (valley) dipasang pada sudut pertemuan dua bidang dinding bangunan, misalnya pada sudut pertemuan dinding bangunan yang berbentuk huruf L atau T.

Jure luar (hip) berfungsi sebagai landasan pertemuan usuk dari kedua sisi miring atap dan landasan penutup pertemuan atap (genteng nok), sedangkan jure dalam (valley) berfungsi sebagai landasan papan talang, karena jure dalam (valley) berbentuk alur yang dapat menjadi parit untuk mengalirkan air hujan dari kedua sisi atap.

USUK

Usuk atau kaso berupa balok kayu dengan ukuran penampang yang kecil. Usuk dipasang melintang di atas gording dari nok sampai balok tembok (gording paling bawah) dan menjorok ke luar kurang lebih satu meter sebagai teritis atap. Usuk merupakan landasan pemasangan reng yang terdapat diatasnya.

Jarak pemasangan usuk maksimal 50 cm, sedangkan untuk jenis genteng beton yang berat disesuaikan dengan berat genteng yang dipergunakan.

RENG

Reng merupakan ukuran kayu terkecil pada konstruksi rangka atap. Reng dipasang melintang di atas usuk atau sejajar dengan gording sebagai landasan pemasangan genteng.

Jarak pemasangan reng tergantung dari ukuran genteng yang akan digunakan, tetapi rata-rata antara 17 sampai dengan 20 cm.

PAPAN SURI

Papan suri adalah papan yang dipasang tegak di atas balok nok dan di atas jure luar. Papan suri ini berfungsi sebagai gigi atau pegangan adukan perekat (semen pasir) yang digunakan untuk pemasangan genteng nok yang menutup pertemuan atap dari kedua sisi.

Pemasangan genteng nok itu harus dilakukan dengan teliti, sebab bagian ini sering menjadi sumber kebocoran pada atap rumah.

PAPAN TALANG

Papan talang adalah papan yang dipasang di atas kaso bagian bawah sisi miring atap dan pada jure dalam. Papan talang ini berfungsi sebagai landasan seng talang yang dipasang di atasnya.

Papan talang ini diperlukan agar seng talang cukup kuat menampung beban air hujan dan jika terinjak kaki orang, tidak rusak atau masuk kedalam. Selain itu papan talang ini di buat agar seng talang mempunyai permukaan yang rata dan dapat distur dengan kemiringan tertentu sehingga air dapat mengalir dengan lancar.

LISPLANG

Lisplang merupakan pengakhir (tepian) bidang atap. Selain berfungsi sebagai penutup konstruksi atap (talang, usuk dan lain-lain) juga dapat menjadi unsur dekorasi bangunan. Oleh karena itu lisplang dapat dibuat dengan barbagai variasi bentuk dan ukuran sehingga menimbulkan kesan yang menarik.

IKATAN ANGIN

Agar kuda-kuda dapat berfungsi dengan sempurna, maka kuda-kuda harus berdiri tegak lurus dan tepat pada posisinya. Mengingat kuda-kuda yang berbentuk segi tiga, maka dengan bentuk yang demikian kecil dimungkinkannya kuda-kuda dapat miring atau condong ke salah satu sisi miring kuda-kuda. Akan tetapi kuda-kuda yang satu dengan kuda-kuda yang lain berdiri bebas dengan tumpuan yang kecil pada titik-titik tertentu. Oleh karena itu agar kuda-kuda yang satu dengan yang lainnya dapat berdiri tegak dan sejajar perlu ada pengikat. Pengikat untuk menjaga posisi kuda-kuda agar tetap berdiri tegak dan sejajar ini adalah balok ikatan angin. Balok tersebut dipasang dengan posisi miring dari tiang tengah kuda-kuda (makelar) bagian atas tiang tengah kuda-kuda yang lain pada bagian bawah. Ada dua balok ikatan angin dari satu kuda-kuda dengan kuda-kuda yang lain yang dipasang berlawanan.

Referensi Buku

  • Dasar Perencanaan Rumah Tinggal by Tutu TW. Surowiyono